Mengenali Berbagai Tipe Tenaga Kerja

Mengenali Berbagai Tipe Tenaga Kerja

Rekrutindo October 19, 2017

Mengenali Berbagai Tipe Tenaga Kerja sangat penting untuk diketahui baik oleh perusahaan maupun oleh kalangan tenaga kerja itu sendiri. Dengan mengenali tipe seorang kandidat pekerja suatu perusahaan dapat mengeliminir kemungkinan sang tenaga kerja akan mengerogoti perusahaan dari dalam, baik itu dalam bentuk kinerjanya, pengaruh negatif bagi kolega sekantornya, ataupun loyalitasnya terhadap perusahaan sehingga tidak terjadi yang namanya penjualan rahasia perusahaan, dan pengunduran diri dari tenaga kerja tersebut. Akan halnya bagi si tenaga kerja, mengenali tipe-tipe teman sekerjanya akan membuat dia mampu untuk bergaul dan bekerjasama dengan baik di lingkungan kantor, sehingga secara tidak langsung juga berdampak pada kemajuan perusahaan itu sendiri.
Berbagai tipe tenaga kerja:
Mengenali Berbagai Tipe Tenaga Kerja 1. Tipe Pemarah
Tipe pemarah atau temperamental ini adalah yang paling negatif untuk diterima bekerja. Tipe ini sebenarnya lebih cocok menjadi owner dari suatu perusahaan. Seorang tenaga kerja tipe ini akan cenderung berselisih dengan sesama karyawan lain, dan bahkan dengan atasannya sendiri. Tipe ini juga akan berusaha memobilisasi teman-temannya untuk berdemo bila mereka berpikir ada kebijakan perusahaan yang tidak sesuai dengan kepentingan mereka. Suasana kantor tidak akan kondusif sehingga akan mengganggu keberlangsungan perusahaan. Terus apakah tipe seperti ini sama sekali tidak bisa diberi lowongan kerja? Tentu saja bisa, suatu perusahaan dapat mempekejakan orang seperti ini untuk lowongan kerja seperti tenaga sekuriti, debt kolektor atau bodyguard.
2. Tipe Penyabar
Tipe penyabar ini lebih mendingan dari pada tipe pemarah. Tipe penyabar biasanya cenderung melamar lowongan kerja sebagai back office seperti bagian administrasi, akuntansi atau keuangan. Bagi perusahaan yang menginginkan stabilitas akan lebih baik untuk banyak menerima tenaga kerja tipe ini. Biasanya mereka akan nrimo apapun kebijakan perusahaan. Tipe penyabar ini juga akan mudah memaafkan kesalahan siapapun, baik itu dari teman kerjanya maupun perusahaan tempat dia bekerja. Namun apakah sebaiknya perusahaan hanya menerima tipe tenaga kerja seperti ini? Jawabannya tidak, kenapa? Karena bisa dipastikan perusahaan tidak akan maju-maju. Tipe seperti ini cenderung memilih berada di zona nyaman mereka, sehingga akan pasif saja dengan apapun kondisi perusahaan tempat mereka bekerja.
3. Tipe Pemikir
Tipe Pemikir ini memang biasanya merupakan think tank bagi perusahaan dalam menemukan ide maupun solusi demi kemajuan kantor. Tipe ini ujung tombak untuk perkembangan lebih lanjut dari suatu perusahaan dengan menemukan inovasi, kreatifitas, dan terobosan-terobosan baru. Terus apakah perusahaan harus melulu menerima tenga kerja dengan tipe seperti ini? Tentu saja tidak, karena tipe pemikir juga cenderung duduk di belakang meja. Mereka bagus dalam menemukan hal-hal baru, tapi biasanya tidak bisa atau jelek dalam mengeksekusinya.
4. Tipe Pekerja
Tipe pekerja inilah sebenarnya yang menjalankan roda suatu perusahaan. Ibaratnya lebah pekerja yang bertugas mengumpulkan sari bunga untuk sang "Ratu Lebah". Tipe pekerja akan berjibaku tanpa lelah seperti mesin/robot tanpa mempedulikan waktu, siang dan malam bekerja dibidangnya masing-masing untuk mengisi pundi-pundi perusahaan. Yang dipedulikan tipe ini adalah bagaimana agar pekerjaan mereka masing-masing dapat memenuhi target, baik dari segi kuota maupun kualitasnya. Tipe pekerja  hanya akan terkontaminasi oleh tenaga kerja tipe pemarah, kalau tidak ada pengaruh dari luar, dengan setia mereka akan bekerja tanpa henti. Jadi apapun jenis suatu perusahaan itu, tetap mutlak akan membutuhkan mental tipe pekerja  ini didalamnya.
5. Tipe Pemimpin
Tipe yang terakhir ini berperan dalam pengambilan keputusan dan organisasi pekerjaan di suatu perusahaan. Tipe pemimpin lah yang paling layak dan kompeten duduk dalam menajemen suatu perusahaan. Seorang pemimpin dituntut dapat mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dalam dunia bisnis, telat sedikit saja saja atau salah dalam memutuskan sesuatu itu dapat berujung dengan kerugian ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Sekarang pertanyaannya tipe tenaga kerja yang manakah yang sebaiknya diterima bekerja itu? Di sinilah tentunya dibutuhkan kejelian seorang HRD untuk dapat melihat kebutuhan perusahaannya pada saat dan kondisi tertentu. Saat perusahaan stagnan dan butuh pembaharuan, tentunya tipe pekerja pemikir lebih dibutuhkan. Namun saat produksi perusahaan menurun, maka tipe pekerja lah yang perlu di rekrut.

Rekrutindo

Lowongan Terbaru

Visi Rekrutindo.com

Menjadi perusahaan penyedia tenaga kerja yang terbaik dan terpercaya.

Daftar Sekarang Juga